bc

Hamil Kontrak Brondong Puber

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
one-night stand
escape while being pregnant
age gap
friends to lovers
kickass heroine
sweet
bxg
lighthearted
campus
city
highschool
friends with benefits
like
intro-logo
Uraian

“Saya hamil dan kamu wajib tanggung jawab!”Regina, wanita 33 tahun, seorang Sekretaris Perusahaan yang berpikir hidupnya akan berjalan sempurna, berkarir,memiliki tabungan cukup, kemudian menikah bersama kekasihnya. Namun, justru terjebak padacowok brondong yang selisih usianya 13 tahun.Baskara, Mahasiswa labil dan beban orang tua. Malam itu ia berakhir melepas keperjakaannya. Malam konyol dan tabu itu mereka putuskan untuk dilupakan seumur hidup. Namun, 3 bulan kemudian Regina muncul tiba-tiba meminta pertanggung jawabannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1
"Tante kok bisa hamil?" "Ya bisa lah." "Tapi kan, Tante sudah ..." "Sudah apa maksud kamu? Tua?" "Nah, itu Tante tahu jawabannya. Harusnya Tante tidak semudah itu untuk hamil." Plak! Tamparan cukup keras itu melayang ke wajah Baskara. “Aduh, sakit,” ucap Baskara pelan sambil memegangi wajahnya. “Saya baru 33 tahun, ya! Saya tidak setua itu! Dan tubuh saya masih bagus, tentu aja bisa hambil g****k!” “Masa sih, tapi kok kelihatannya kayak banyak banget nanggung beban hidup,” gumam Baskara yang menganalisis wajah wanita yang tampak kusut sekali dan tak enak untuk dipandang oleh matanya. “Kurang ajar, ya kamu!” Plak! Sekali lagi wajah Baskara mendapatkan tamparan. “Ahh, sial,” lirih Baskara yang kesakitan. "Ini itu salah kamu! Harusnya kamu pakek pengaman dong!" tegas wanita itu sambil menoyor jidat Baskara. Regina Aurelie Debora namanya. Wanita 33 tahun. Seorang wanita karir yang selama ini hidupnya tertata dengan sangat baik sebelum patah hati merusak semuanya dan kini ia harus berhadapan dengan cowok muda yang mulutnya perlu dididik itu. "Saya baru pemula, mana ngerti gitu-gituan. Tante yang harusnya membimbing saya,” protes cowok itu tak mau kalah. Baskara Junior Radyaksa. Cowok yang masih duduk di bangku perkuliahan. Seorang Mahasiswa Manajemen semester 4 yang kesibukannya hanya pacaran dan mengulang mata kuliah kerena tak meminati jurusannya. Baskara tak terima. Wanita itu tak bisa seratus persen menyalahkannya. Lagian malam itu mereka melakukannya tanpa paksaan. Ya, meski dalam keadaan mabuk parah. Namun, malam itu seingatnya wanita itulah yang duluan menyeretnya ke apartemen dan terjadilah malam surgawi dunia itu. Malam yang indah sebenarnya tapi kini menjadi mimpi terburuk dalam hidupnya. Regina terdiam sesaat, berpikir dengan matang. Malam itu dirinya sungguh kehilangan akal dan melakukan hal gila. Ia benar-benar tak sadar karena merasa sedang melakukannya bersama mantan kekasihnya. Pakaian yang cowok itu kenakan malam itu sama persis seperti pakaian yang ia hadiahkan untuk kekasihnya. Sehingga efek alhokol membuatnya semakin berpikir itu adalah Diktha—yang kini jadi mantan. Sekarang sudah terlambat untuk menyesalinya. Nasi sudah menjadi bubur. Ia positif hamil! “Saya wanita dewasa, dan kamu juga sudah dewasa. Saya hamil dan itu anak kamu! Siap atau tidaknya kamu, kamu wajib tanggung jawab! Saya tidak mau menanggung kerugian ini sendiri! Dan kamu nggak bisa lari dari masalah ini!” tutur Regina meluap-luap. “Ini yang terjadi sama kita! Kamu nggak bisa lari dari ini! Ini masalah serius! Dan jangan menganggap remeh masalah ini! Paham kamu?!” tekan Regina memberi paham cowok yang dari tadi menganggap remeh obrolan mereka. Mata Baskara mulai memerah dan basah. Ia mendadak merasa takut dan gelisah. Bagaimana jika keluarganya tahu masalah kehamilan ini? Papa, Bunda, Dilan, dan Liam, bahkan kakek-neneknya. Ia memiliki keluar besar dan ayahnya juga bukan orang sembarangan. Ia tak bisa bayangkan kalau ketahuan menghamili wanita, bahkan wanita itu jauh banget dari usianya. Ini sungguh gila! Ia pasti sudah tak waras hingga tak memikirkan resikonya waktu malam kejadian itu. Mungkin karena itu perdana untuknya hingga tenggelam dalam rasa nikmat tanpa memikirkan dampaknya. Padahal ia masih setengah sadar di malam itu dan harusnya tak membiarkan wanita itu menyentuhnya. Jujur, ini memang salahnya. Wanita itu dipengaruhi alhokol dan datang padanya, tentu saja ia tak bisa menolak kesempatan emas itu. "Oh f**k!" umpatnya sambil mengusap wajahnya dengan frustasi. Ia terduduk lemas di sofa. "Itu mungkin bukan anak saya, Tante," katanya akhirnya. “Kita baru ngelakuinnya sekali, kan? Masa langsung hamil sih?" "Bukan?" Regina membungkuk, menatap tajam wajah cowok yang masih ingin melarikan diri itu. “Dengerin ya, saya sudah lama nggak berhubungan badan dengan siapapun! Dan 3 bulan terakhir ini cuma sama kamu doang!" Baskara tertunduk bungkam. "Jangan pikir saya menipu kamu, saya bukan perempuan murah kayak gitu! Saya punya harga diri, tapi... sial ini kejadian ke saya!" Baskara meremas kuat jemarinya di atas pangkuannya hingga kuku jarinya memucat. Kakinya tak bisa diam dan napasnya tak beraturan. Ia semakin gelisah, semakin tenggelam dalam kepanikan. Dan akhirnya ia bahkan sampai mengompol di celana. “Bau apaan nih?” tanya Regina, bau menyengat tiba-tiba menyerang hidungnya. Ia menunduk dan melihat celana cowok itu sudah basah. “Astagaaa! kamu ngompol?” Pipi Baskara memerah. Bukan malu lagi yang ia alami. Ini sudah level paling mempermalukan dirinya sendiri. “Udah ngehamilin saya, sekarang kamu ngompol pula di sofa saya,” omel Regina yang semakin naik darah dibuat cowok itu. “Dasar, mokondo kamu!” Baskara berdiri, dengan polosnya ia meraih tangan wanita itu. “Maaf Tante, saya benar-benar takut. Saya masih kuliah dan saya belum punya apa-apa. Gimana saya harus tanggung jawab? Dan… kalau keluarga saya sampai tahu gimana reaksi mereka? Papa saya mungkin akan… menghabisi nyawa saya, Tante….” "Itu bukan urusan saya. Kalau kamu kabur saya bakal lapor polisi!" ancam Regina. Baskara terdiam dalam kepanikan. Cowok yang tidak pernah aneh-aneh ini, dan selalu tertindas oleh saudara laki-lakinya kini harus menanggung masalah sebesar ini. Tuhan tidak sejahat itukan padanya? Ia benar-benar pusing sekarang. Baskara hanya anak bungsu yang selalu dibilang anak pungut oleh kedua saudaranya, Liam dan Dilan. Sejak kecil ia sering dianggap berbeda dan sering dimasukan ke kardus dan dibuang di depan pintu. Bahkan sampai sebesar sekarang ia masih dianggap bocah ingusan yang cengeng. Masih sering dibully dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan lainnya. Entah kenapa saudaranya semenyebalkan itu. Sekarang ia diterpa masalah yang langsung se—dahsyat ini? Astaga, ia tak tahu harus berkata apalagi. "Terus Tante mau aku ngapain? Nikahin?" tanyanya akhirnya. Regina duduk. Jujur, ia juga bingung. Ia menghela napas panjang. Menikah tak segampang itu. Apalagi dengan brondong yang masih hidup di bawah ketek orang tua. Belum lagi sikap kekanak-kanakannya. "Sialan, kenapa gue harus terjebak di situasi kayak gini sih?" batin Regina. …

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.8M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
670.4K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.3M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
910.1K
bc

A Warrior's Second Chance

read
322.5K
bc

Not just, the Beta

read
326.7K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook