Nur meremas tangannya gelisah. Tatapan dari keluarganya terlihat mengintimidasinya seolah dia baru saja tertangkap mencuri. Apalagi tatapan Sandra dan Frans. Kedua orang tuanya terlihat meneliti Nur.
Orang tua?sekarang Bukankah Nur berhak menyebut orang tuanya?mertuanya sekarang sudah menjadi orang tuanya bukan?dikarenakan Nur sudah menjadi istri Alex.
Entah mengapa Nur masih belum percaya jika dia sudah memiliki suami. Rasanya sangat aneh. Apalagi kehidupan setelah menikah. Kehidupan yang sangat jauh dari khayalannya. Kehidupan barunya ini terlalu banyak memberikan kejutan yang tak terduga.
"Moji turunkan kakimu!!"tegur Frans karena Moji mengangkat satu kakinya diatas sofa,tangan mungilnya sibuk mengikat sepatu.
Semua sontak melihat kearah Moji. Suara Frans berhasil memecahkan keheningan diantara mereka.
"Kamu itu perempuan. Gak pantes kayak gitu,"sahut Sandra yang ikut menegur.
"Jika kakiku diturunkan,bagaimana aku bisa mengikat sepatuku?"tanya Moji balik dan menunjuk ke sepasang sepatu putihnya.
"Kamu bisa kan membungkuk?"tanya Frans.
"Gak ya. Aku terlalu malas untuk melakukan hal yang gak berguna."jawab Moji santai, bagi Frans dan Sandra ekspresi wajah Moji sangat menyebalkan. Hingga rasanya keduanya ingin memakan Moji hidup-hidup.
Alex yang baru saja turun dari tangga dengan tangan kiri yang sibuk memasang jam tangan hitam di tangan kanannya,tersenyum tipis melihat Moji. Adiknya itu sangat cantik dan imut. Dia memiliki kulit putih,bibirnya tipis berwarna pink,wajahnya bulat,ada poni yang menghiasi wajahnya, pipinya chuby,dengan satu gigi gingsul yang akan terlihat manis jika dia tersenyum.
"sini biar kakak bantu."Ujar Alex dan mengikat tali sepatu Moji.
"Kenapa kalian memarahi peri kecilku ini?biarkan saja dia melakukan apapun yang dia suka,"ujar Alex dan mengusap puncak kepala Moji.
Moji tersenyum. Dia memang tomboy, tapi dia tetap memiliki sifat manja yang selalu ia tunjukkan didepan kakaknya.
Nur tertegun. Dia dapat melihat dengan jelas betapa sayangnya Alex pada Moji. Tatapan teduh nan hangat itu cukup menjelaskan jika dia sangat menyayangi Moji dan rela melakukan apapun untuk membuat dia bahagia.
Frans melotot. Alex memang keterlaluan. Dia selalu memanjakan Moji.
Moji tersenyum angkuh karena dibela Alex, "lihat pa, dirumah ini yang sayang sama aku cuma kak Alex."Moji memeluk Alex dengan erat, Alex pun membalasnya dan memberikan kecupan penuh sayang pada Moji.
"Alex, kamu itu ya selalu memanjakan Moji."tegur Sandra jengah.
"Jika bukan Moji yang aku manjakan,lalu siapa?"tanya Alex.
"Nur,"sahut Ratu cepat. Ratu yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. "Nur istri kamu. Manjakan istri kamu!!"sambungnya.
Alex memandang Nur tajam,membuat Nur menunduk. Frans dan Sandra juga memandang Nur dengan tatapan jengah.
Moji mendelik tak suka. Ia lalu mengambil ranselnya dan pergi begitu saja tanpa berpamitan.
Alex menatap bingung Moji. Gadis itu pergi begitu saja dengan wajah yang masam dan mata yang memerah. Tak hanya itu dia berjalan dengan cepat dan menghentakkan kakinya hingga suaranya menggema di rumahnya.
"lihat, dia tidak punya sopan santun. Kalian memang tidak becus jadi orang tua."sinis Ratu pada orang tua Moji.
Sandra dan Frans kompak diam. Tidak ingin menjawab atau berdebat dengan Ratu.
"kita berangkat dulu ma,"pamit Frans dan Sandra.
setelah kedua orang tua Alex pergi, kini giliran Alex yang berpamitan.
"oma Alex,"
"mau kemana kamu?"tanya Ratu memotong.
"ke kantor,"
"duduk. oma mau bicara sama kalian berdua!!"perintah Ratu tegas tak ingin dibantah.
Alex menghembuskan nafas panjang,lalu duduk disofa yang sedikit jauh dari Nur.
"Kamu ini anggap Nur itu apa?istri kamu atau orang lain?"tanya Ratu saat melihat Alex enggan duduk didekat Nur.
"oma ini ngomong apa sih,"elak Alex.
"Duduk disamping Nur!!"perintah Ratu lagi.
"Oma.."
"Cepat!!"potong Ratu.
Alex tak mampu menolak. Ia lalu bergeser disamping Nur. Membuat suasana hati Nur canggung. Ia tak nyaman seperti ini. Tapi ada yang aneh. Ada debaran yang hebat di jantungnya.
"Kalian berdua ngapain aja semalem?"tanya Ratu.
Alex melotot. Begitupun Nur yang terkejut mendengarnya. Apa semalam Ratu tau tentang perjanjian konyol itu?
"Maksud oma?"tanya Nur penasaran.
"Oma semalam kekamar kalian. Tapi oma gak denger apa-apa,"jawab Ratu.
"Oma apa-apaan sih?ngapain oma nguping dikamar kita?"tanya Alex kesal.
"Emang apa salahnya?oma cuma pengen tau kalian ini semalam buat anak apa tidak?"sahut Ratu.
Alex meneguk ludahnya. Bisa-bisanya oma nya bertanya apakah dia dan Nur membuat anak. Pertanyaan gila apa itu?
Nur terlihat gugup. Semalam memang keduanya tidak melakukan apa yang seharusnya sepasang suami istri lakukan. Bahkan keduanya justru pisah ranjang. Alex yang tidur diranjang,sedangkan Nur dibawah. Tidur dilantai yang dingin tanpa alas apapun.
"Jangan bilang kalo semalam kamu gak nyentuh Nur?"tebak Ratu tepat sasaran.
Alex dan Nur kompak diam. Tidak tau harus menjawab apa.
"Nur. Jawab oma, Alex menyentuh kamu atau tidak?"tanya Ratu pada Nur. Karena Ratu tau,jika Nur tidak bisa berbohong. Dia pasti akan menjawab dengan jujur. Berbeda dengan cucunya yang sudah terbiasa berbohong.
Nur melirik Alex sekilas. Ia lalu menggelengkan kepalanya pelan. Hal itu berhasil membuat Alex kesal karena Nur tidak bisa untuk menjawab ya.
"Alex!!"bentak Ratu.
"Kamu itu gak berguna ya. Gimana bisa kamu gak nyentuh Nur sama sekali?"tanya Ratu frustasi.
Alex merubah ekspresi wajahnya datar. Tatapannya berubah dingin.
"Harusnya oma tau kenapa aku gak mau nyentuh dia,"jawab Alex enteng.
"Oma menjodohkan kamu dengan Nur agar kamu bisa punya anak yang sama kayak Nur."ujar Ratu.
"Bukannya oma harusnya bersyukur,aku udah terima perjodohan ini."balas Alex.
Nur semakin tak tenang saat lagi dan lagi oma berdebat dengan Alex. Apalagi permasalahannya adalah dirinya.
Ratu tersenyum. "Bersyukur?"tanya Ratu balik. "Oma akan jauh lebih bersyukur kalo kamu punya anak sama Nur,"
"Tapi aku gak sudi!!"tegas Alex. "Aku udah kehilangan Celine. Dan oma nyuruh aku buat punya anak sama dia?apa belum cukup oma menyiksa aku?"
Mendengar ucapan Alex membuat hati Nur terluka. Dihatinya seperti ada pisau yang membelah hatinya menjadi dua. Rasanya sakit sekali.
"Terus kamu mau apa?mau mempertahankan dia?apa sih yang kamu banggakan dari dia?"tanya Ratu geram.
Alex terdiam. Tidak mampu menjawab. Bukan karena dia mati kutu dengan pertanyaan itu. Melainkan pertanyaan itu terlalu sulit untuknya. Jujur,banyak yang ia banggakan dari Celine. Sampai dia tidak mampu menyebutnya satu persatu.
"Oma,ini baju pak Alex dan Nona Nur sudah saya rapikan didalam koper ini,"
3 pembantu tiba-tiba datang dengan membawa dua koper besar yang berisi baju Alex dan Nur.
Ratu mengangguk,ia lalu memerintahkan pembantunya untuk pergi.
"Apalagi ini?"tanya Alex dan melirik dua koper itu.
Ratu mengambil nafas panjang. "Oma rasa,kalian butuh waktu buat saling mengenal. Oma sudah menyiapkan rumah. Dan oma minta sama kamu,buat cepat punya anak!"
Alex mengacak rambutnya frustasi. Apa ini?apa dia akan tinggal berdua dengan Nur?