“Bibi Imah … dia …?” Halimah mengangguk dengan raut wajah sedih yang tidak bisa ditutupinya. Dia berjalan mendekati Wengi, tapi tiba-tiba jeritan Wati membuat suasana hening seketika. “Tidak ….!” Bruuuggggg Wati jatuh dan tak sadarkan diri saat seseorang menarik turun penutup wajah Surti. Tangis Wengi pun tumpah seketika melihat sang nenek yang sudah terbujur kaku dengan mata tertutup dan wajah yang terlihat bersinar dengan sunggingan senyum. “Ya Allah Wati …,” jerit Halimah melihat Wati yang pingsan setelah berteriak saat melihat wajah Surti yang terbaring di buka oleh salah seorang pelayat. Halimah beralih menubruk Wati, beberapa pelayat pria diminta masuk untuk membantu mengangkat Wati dan dibaringkan di atas ranjangnya. Dia tak kuat dengan kehilangan kali ini. Satu persatu orang

