Sebatang Kara

1776 Kata

“Jadi kamu mau menyerah? Putus sekolah?” “Semudah itu kamu berpasrah dengan keadaan Wengi? Ibu tahu kamu anak yang kuat, kamu mampu melewati semua ini dengan baik. Hidupmu masih panjang, Wengi. Terlalu dini kamu menyerah.” Tatapan tajam Lusi langsung mengarah pada Wengi yang masih tidak berani mengangkat wajahnya. Buat apa dia sekolah, dia tidak mungkin bisa kerja di manapun karena tidak mungkin ada toko, minimarket atau pabrik sekali pun yang akan mempekerjakan seorang karyawan yang membawa serta orang gila ke tempat kerja. Lebih baik menyerah terlalu dini daripada memperjuangkan sesuatu yang sudah diketahui hasilnya akan seperti apa. Dia sekolah atau pun tidak semuanya akan tetap sama. Tidak akan mengubah takdir hidupnya menjadi lebih baik, pikir Wengi, pikiran seorang remaja yang be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN