“Ya Allah ...,” pekik Hendra melonjak kaget. “Astagfiullah al adzim ....” lanjutnya sambil bergidik ngeri dengan pemandangan yang sudah lama baru dilihatnya. Hendra memilih kembali menutup pintu. Bukan hanya itu, dia juga mematikan lampu depan rumahnya. Namun, beberapa detik kemudian pintu kembali terbuka dan secepat kilat ditutup kembali oleh Marjuki. “Lembing batunya banyak banget, Dra,” ujar Marjuki yang juga bergidik ngeri meskipun pemandangan seperti ini sudah sering dia temui karena memang sebagian wilayah dusun Karang Anyes masih berupa pesawahan yang luas hingga pada tengah bulan jawa dimana bulan bulat sempurna dan bersinar begitu terang, maka pasukan lembing batu akan menyerbu rumah warga yang lampunya menyala terang. “Iya, makanya aku matiin lampu depan,” ujar Hendra. Padah

