Pulang - Pergi

2105 Kata

‘Hendra dan Wengi cocok.’ Kalimat itu terasa mengganggunya. “Wah, maaf Mah, kamu tidak setuju ya anakmu sama Wengi?” sesal Maryam menyadari raut wajah Halimah berubah. Maryam jadi berpikir mungkin Halimah tersinggung karena dia berkata Hendra cocok dengan Wengi. Padahal Maryam tahu kalau keluarga Hendra dan Wengi jelas sangat jauh berbeda. Namun, kebaikan dan sikap ramah Halimah selama ini yang membuat Maryam berani berkata seperti itu. Braaaakkkkk Mata Maryam melotot saking kagetnya. Badannya bergetar, begitu juga dengan Halimah yang seketika membalik badan. Sebuah mesin grabagan terguling tepat ditanggul sawah yang berada lurus tepat berhadapan dengan warung milik Maryam dengan suara gerobak mesin gerabagan begitu nyaring beradu dengan tanah karena terbuat dari seng. Musim panen mema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN