Bram POV “Jangan ... Bram.” Aku ternganga saat larangan itu keluar dari mulut Mamah. “Jangan?” ulangku dengan memicingkan mata juga kening yang berkerut karena tidak mengerti kenapa Mamah tidak mengizinkan aku pergi. Padahal dia orang yang paling tahu sebesar apa cintaku pada wanita bernama Saraswati. Tanganku terlepas dari genggaman tangan Mamah meskipun sedetik kemudian dia kembali menarik tanganku. Wanita hebatku kini benar-benar sudah renta, tangannya yang dulu terlihat begitu kuat menggendong Alvin kini terlihat hanya tinggal kulit yang membungkus tulang. “Mamah mohon ja-” “Mamah melarangku mencari Wati?” selaku dengan menatap mata Mamah penuh rasa kecewa meskipun kali ini tak ada amarah yang mampu aku tunjukan di depan Mamah. Melihatnya terbaring lemah seperti ini saja aku sud

