Minder

1850 Kata

“Wengi ... Wengi ....” Bram berteriak semakin kencang. Dia terus memanggil nama anaknya berulang kali. Bukan hanya sekedar memanggil, bahkan Bram juga berteriak begitu kencang dengan jantung yang semakin berdebar saat truk yang berlawanan arah siap menerjang Wengi yang sedang mengayuh sepeda. “Wengi ... awas truk!” jeritnya dengan tangan terangkat dan peluh bercucuran membasahi wajahnya. Brraakkkkk. “Pak Bram … Pak … Pak.” Mauris menepuk-nepuk lengan dan pipi Bram berulang kali berusaha untuk membangunkan bosnya. Dia dan Gunadi terpaksa mendobrak pintu kamar yang ditempati Bram karena mendengar sang bos berteriak berkali-kali memanggil nama Wengi. Namun, Bram tidak menyahuti panggilan mereka berdua yang begitu khawatir terjadi sesuatu dengan Bram. “Pak … Bapak ….” Sekali lagi Mauris

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN