Titip Mereka

1723 Kata

“Assalamualaikum, Bi Imah …,” seru Wengi mengucapkan salam di depan pintu rumah Halimah yang masih tertutup. “Bi Imah ….” Wengi kembali memanggil nama Halimah dengan mengetuk pintu rumah yang masih tertutup rapat. Tidak seperti saat Wengi aktif menjualkan kue buatannya, pintu rumah Halimah selalu terbuka lebar menanti Wengi datang. “Eh Wengi,” balas Imah saat melihat Wengi dari jendela dan segera membuka pintu. “Kenapa pagi-pagi ke sini?” tanya Halimah. Sejak libur berdagang, Wengi memang sudah jarang ke rumah Halimah, apalagi datang sepagi ini. Wengi hanya datang ke rumahnya saat Halimah mengadakan tasyakuran di rumahnya. Dia akan meminta Wengi untuk membantunya. “Bi, Senin depan aku mau mulai dagang lagi dong,” kata Wengi yang langsung menyampaikan maksud utama dia datang ke rumah H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN