Menikah Lagi

1985 Kata

Saat Wengi dan Wati keluar dari kamar, keadaan rumah tampak begitu lengang, tak ada lagi Bram yang berdiri di depan kamarnya. Lusi dan Halimah pun tidak terlihat, bahkan pintu depan kini tertutup. Sepi dan sunyi, mereka kini hanya berdua di rumah ini, kembali berdua seperti semula. “Dia pergi Wengi, Bram pergi …,” desis Wati dengan suara mendayu. Matanya menengok ke segala arah dan sosok yang dia cari memang sudah tidak terlihat berada di dalam rumahnya lagi. “Sudah ibu, dia tidak pantas untuk ditangisi. Hanya menunggu beberapa menit saja dia tidak mampu apa-” “Jangankan hitungan menit, sampai seumur hidup pun papah akan memperjuangkan maafmu,” cetus Bram. Dia keluar dari kamar Wati dengan lengan kaos tergulung dan wajah yang terlihat begitu segar. “Bram ….” Wati berjalan ke arah pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN