"Katakan dimana istriku Saraswati?” geram Bram dengan kedua tangan terkepal di samping tubuhnya. “Saraswati ….” Linda tampak bingung kenapa tiba-tiba Bram bertanya tentang Saraswati padahal selama ini bram sudah tidak pernah lagi membahasnya. “Iya, Saraswati. Mamah pasti ingat kalau Saraswati itu nama istri pertamaku. Dimana Wati? Mamah pasti tahu dimana Wati. Katakan dimana Sarawati, Mah!” Bram menggoyang tubuh ringkih Linda. Kedua tangannya mencekal erat kedua lengan Linda. Mata Bram terlihat merah dipenuhi amarah. “Mamah bilang dia meninggal saat melahirkan anak kami. Mamah, bahkan mengajakku ke klinik bersalin dimana petugasnya mengatakan kalau istriku meninggal. Mamah bilang dia pendarahan. Katakana kalau semua bohong!” jerit Bram, kemudian melepaskan cekalan tangannya. “Kenapa

