Dimana Wati

2212 Kata

“Lu-si … Bram ….” Tut … tut … tut …. Panggilan terputus saat Wati benar-benar mengenali suara pria yang sedang berbincang dengan Lusi. dia masih mengenal suaranya meskipun Sembilan belas tahun mereka telah terpisah. “Wah, hapenya mati. Baterainya habis ini,” ujar Halimah yang jelas tidak dimengerti oleh Wati karena Wati malah terus saja menyebut nama Bram berulang-ulang. Wati akan selalu ingat dan tidak akan pernah lupa suara dari pria yang dicintainya hingga saat ini. Sementara di sebuah ruang tunggu perusahaan Lusi dan suaminya memang sedang menemui seorang pria yang sangat sulit mereka temui. Berulang kali Lusi mencoba mengajukan proposal dan berharap bertemu langsung dengan si pemilik perusahaan. Namun, hasilnya nihil. Dia hanya mendapat bantuan untuk sekolah, tapi tetap tidak bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN