“Wati itu gila Papah dan mereka semua menutupi hal itu dari papah,” teriak Alvin. “Kurang ajar ...!” bentak Bram pada putranya. Sungguh dia tidak habis pikir dari mana Alvin mendapatkan informasi yang tidak jelas sumber dan buktinya. Bisa-bisanya dia bilang kalau Wati itu gila, sedangkan kemarin Bram sudah bertemu dengannya dan apa yang dikatakan Alvin jelas hanya omong kosong menurut Bram. “Mereka yang kurang ajar Papah, bukan aku! Mereka yang menyembunyikan kenyataan dari Papah kalau wanita bernama Saraswati itu gila,” ulang Alvin yang kembali menyebut Wati itu gila. Tanpa berpikir panjang Bram melayangkan telapak tangannya ke pipi Alvin. Kali ini Bram berpikir kalau Alvin sudah sangat keterlaluan. Bagaimana dia bisa menilai kalau Wati gila, sedangkan Alvin sama sekali belum pernah

