“Jo, telepon polisi. Minta bantuan supaya orang gila ini dibawa ke rumah sakit jiwa.” “Jangan …!” Mendengar kata rumah sakit jiwa, seorang gadis pun berteriak dengan lantang hingga semua menoleh padanya. Awalnya dia hanya penasaran dan ingin melihat kerumanan siswa di gerbang. Namun, saat dia tahu kalau penyebab kerumanan tersebut adalah seseorang yang begitu dia kenal. Dia pun tidak bisa tinggal diam dan pura-pura tidak mengenalnya. “Jangan, Pak,” ulangnya kembali berteriak. Seorang gadis yang merupakan siswi sekolah tersebut berjalan dan membelah kerumunan yang terjadi karena amukan Wati yang dilarang masuk ke area sekolah oleh satpam bernama Parjo. “Jangan, Pak, jangan bawa ibu Wati ke kantor polisi. Apalagi ke rumah sakit jiwa,” pintanya memohon pada satpam dan dua orang guru l

