“Iya, Mak, aku Lusi. Sudah lama nggak ketemu Mak Surti sejak pernikahan Wati dengan Bram-” “Tidak …!” Sebuah teriakan memotong kalimat Lusi. Hambali dan Lela yang baru turun dari mobil langsung berlari tergopoh-gopoh ke sumber teriakan yang begitu kencang yang berasal dari arah rumah Surti. “Mak ... ada apa?” tanya Lela dengan napas ngos-ngosan saat dirinya tiba di halaman rumah Surti. Lela yakin kalau dia mendengar teriakan yang berasal berasal dari rumah Surti. Namun, dia tidak menemukan ada keanehan apapun, di sana seolah tidak terjadi apa-apa. Mereka menatap ke sekeliling, hanya ada Wati yang masih berdiri mematung di samping motor. Wengi sedang duduk di teras ubin rumah sembari mencopot sepatu sekolahnya, sedangkan Surti duduk di ranjang dengan seorang berseragam PNS, berdiri d

