Kecewa

1985 Kata

“Bram ...,” desis Wati lirih saat melihat sosok pria yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Pria yang wajahnya masih terekam jelas dalam hati dan pikirannya. “Kau kah itu, Bram?” Anggukan kepala dari pria tersebut membuat mata Wati kembali mengerjap-ngerjap, bahkan sesekali telapak tangannya diusapkan ke mata seolah ingin memastikan kalau apa yang dilihatnya bukan hanya sekedar khayalan atau halusinasi semata. Namun, sosok yang nyata, sosok real dari pria yang begitu dia rindukan. Pria yang dipanggil Bram oleh Wati berjalan semakin mendekat, matanya terlihat berkaca-kaca. Wati segera turun dari ranjang dan berlari memeluk Bram. Tangis mereka pecah seketika. Badan Wati terus berguncang di d**a Bram. “Maafkan aku Wati … maafkan aku yang baru tahu kamu berada di sini. Maafkan aku, Sayang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN