“Yang terdalam, sebuah lagu spesial untuk ….” Hendra menggantung ucapannya. dia menarik napas dalam-dalam sembari mengangkat tangan kanannya menunjuk deretan kursi yang diduduki para siswi tingkat akhir dimana Wengi duduk di antara mereka. “Untuk salah satu gadis yang duduk di sana,” tunjuk Hendra membuat pandangan para penonton mengikuti kemana telunjuk Hendra mengarah. Namun, mereka tidak tahu siapa yang dimaksud Hendra karena di sana ada lebih dari sepuluh siswi yang duduk bergerombol. “Wuahhhhh, aku ya, Ndra. I love you pul dah,” teriak Agis dengan penuh percaya diri. “Huuuuuuu ….” Tentu saja para siswi yang lain kembali meneriaki Agis yang dengan pedenya mengaku kalau gadis yang dimaksud adalah dirinya. Tidak ada yang rela kalau Hendra the high quality jomblo di sekolah mereka me

