Aina langsung melayangkan tatapan tajam dan serius pada Zein. Bahkan ia merasa Zein adalah ancaman baginya. Namun, Zein tetap menanggapi tatapan tajam Aina dengan santai sambil terus membelai tubuh Motu. "Sepertinya Motu sangat nyaman dalam dekapanmu," ucap Zein. Aina langsung menurunkan Motu dan pergi meninggalkan Zein, tapi Zein dengan cepat menahan lengannya. "Sejak awal aku tahu kamu tidak bisu, dan sejak awal juga aku tahu Juan ikut merahasiakannya dari Andra," ucap Zein. "Lepas!" hardik Aina. "Aku sahabat karib Danu, jika tujuanmu masuk ke sini untuk mencari tahu kematian Danu, kita satu tujuan." Aina perlahan mengendurkan tenaganya, tetapi tatapan menunjukkan kewaspadaan. "Dokte tahu dari mana aku ingin mencari tahu kematian Bang Danu?" "Karena hanya orang dalam yang tahu ke

