Rindu

923 Kata

❝Rindu itu manis, tidak pahit. Pahit kalau kita simpan di empedu. Bukan di hati.❞ *** "Btw elo kecewa, Raf?" tanya Aly serius. "Dikit." "Banyak juga gapapa, Raf haha. Salah sendiri maunya dikejar, gamau ngejar," sindir Adit terang-terangan. "Si anjing bacot!" umpat Aly. Terkadang Aly sering heran sendiri sama sahabatnya satu itu. Disaat orang sedang serius, ia masih sempat-sempatnya bercanda. Padahal untuk masalah hati tidak sebercanda itu. "Memang adek lo beneran jadian sama Julian, Ly?" tanya Adit memastikan. "Iya lah. Masa pura-pura." "Raf?" "Hm." "Bagaimana keadaan hati lo?" Ini Adit memang senang sekali menggoda Rafka. "Anjir!" Aly ikut terkekeh mendengar pertanyaan Adit. "Elo sok-sok an nanya, elo juga kan sempet naksir adek gue, Dit?!" Sekarang giliran Aly men-skak Adit.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN