❝Inilah dilemaku. Tak tahu harus memilih jujur tapi menyakitan atau berbohong demi kebaikan?❞ *** Rafka menghampiri Alyviah. "Al." Alyviah menatap Nadhifah takut. "R-raf? Elo ngapain?" tangannya memegang tangan Nuha erat. "Jemput lo," jawab Rafka santai. Alyviah menggaruk tengkuknya yang tak gatal ia bingung harus menjawab apa. Apakah ia harus berbohong? "Gu-gue bareng Julian, Raf," jawabnya gugup. "Mama kangen," ucap Rafka. "Gu-gue---Lain waktu ya, Raf. Besok gue ada ulangan Fisika. Gu-gue mau belajar sama Nuha, pulang sekolah ini bareng Nuha di rumah gue." Alyviah menoleh ke Nuha memberi aba-aba melalui sorot mata. "Iya kan, Nuhak?" "Gue bisa kok belajar sendiri," ucap Nuha polos yang sontak mendapat pelototan dari Alyviah. tin tin tin Julian bersama mobilnya menghampiri merek

