Darah Derren berdesir hebat. Ketika jari-jari lentik Belve, menyentuh bagian sensitif sebagian pria, yaitu bagian d**a. Tanpa terasa, Derren mulai memejamkan mata–nya. Menikmati sesasi tersendiri, dengan desiran-desiran itu. Ini pertama kalinya, Belve mau menyentuh Derren atas kemauan–nya sendiri. "Luka apa ini, Derren?" tanya Belve, yang membuat Derren membuka matanya kembali. "Luka ini?" bukannya menjawab, Derren justru balik menanyakan hal yang sama. Sambil menahan tangan Belve, agar tetap menyentuh d**a bidang–nya. Belve hanya mengangguk pelan, menanggapi pertanyaan Derren. Dan disaat yang bersamaan, rasa kasihan menjalar di hati Belve. Luka yang sedang dia sentuh sekarang, seolah menyimpan banyak kenangan, yang tidak Belve ketahui. Belve menatap mata Derren yang sendu. Mata yang

