Derren masih mencari keberadaan Belve di berbagai tempat, dirinya sangat kacau hingga tak bisa berfikir. Bahkan dia sampai tak sadar, kalau dia punya mata Demon yang bisa melacak aura seseorang. Yang ada di pikirannya, hanya bagaimana jika yang ada di mimpinya menjadi nyata?Bagaimana jika Belve di culik oleh seseorang? Bagaimana-. Pikirannya terpotong, ketika melihat Belve yang tengah tersenyum manis ke arah air sungai. Bibirnya bergerak, seolah sedang berbicara pada seseorang. "Belve!" panggil Derren, sambil berlari mendekati Belve yang menatapnya polos. Belve sedikit bingung, kenapa Derren terengah-engah. "Ah, sudah bangun...." ujar Belve, yang langsung kaget karena Derren tiba-tiba mendorongnya. Sambil mencengkam pundak Belve dengan kencang. "What are you doing?!" bentak Derren, p

