Tamu Tak Diundang

1625 Kata

~POV KARIN~ ??? Tak pernah diduga berita duka itu akan datang pagi ini. Aku yang tengah menyiapkan sarapan dibantu Bi Wati, seketika syok saat mendengar kabar dari Mas Malik bahwa Mama meninggal. Beliau memang lumpuh, tapi kondisi fisiknya sehat. Tak kusangka beliau akan pergi secepat ini. Sudah pasti Mas Malik terpukul berat. Bisa terdengar dari bagaimana dia menangis tadi. Aku dan Mas Fandi bergegas ke sana. Kamal yang masih tertidur pulas pun terpaksa dibangunkan. Hanya diganti pakaiannya tanpa mandi terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan, aku masih tak bisa berhenti menitikkan air mata meski Mas Fandi berusaha menenangkan. Kilas balik hubungan kami kembali hadir satu per satu memenuhi kepala. Beliau memang tak pernah sekali pun bersikap baik, tapi tak pernah aku menyimpan dendam. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN