Pergi untuk Selamanya

1878 Kata

~POV MALIK~ ??? Aku tersenyum melihat interaksi Fandi dan Karin yang romantis. Ikut merasakan bahagia meski tak kupungkiri cemburu itu masih ada. Keduanya menoleh saat aku memanggil untuk berpamitan pulang. Sempat kulambaikan tangan yang dibalas Fandi dengan melambaikan tangan mungil Kamal. Ketiganya benar-benar terlihat serasi dan harmonis. Gambaran keluarga bahagia yang tak Karin dapatkan saat bersamaku dulu. Motor melaju sedang membelah keramaian jalanan. Sempat terbayang adegan ketiganya tadi seolah Fandi berubah menjadi diriku. Aku tersenyum, menggeleng cepat demi mengusir pikiran yang sempat melintas itu. Karin sudah bahagia ... itu yang terpenting sekarang. Kuhembuskan napas panjang saat sesak kembali mendera. Susah sekali melupakan segalanya tentang wanita berhati lembut itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN