Dua-duanya Berharga

1728 Kata

Tiupan angin yang cukup kencang membuat dedauanan di area pemakaman berterbangan. Aku mendongak. Gumpalan awan hitam terlihat bergerombol menutupi sinar matahari pagi ini. Aku kembali menatap gundukan di hadapan, memanjatkan doa dan menaburkan bunga di atasnya. Tersenyum sembari mengusap batu nisan wanita yang pernah menjadi bagian di hidupku. "Aku akan berusaha keras mengabulkan keinginan terakhirmu. Aku janji." Sudah bertahun-tahun lamanya aku berusaha mencari keberadaan dia, tapi belum berhasil. Dia seolah hilang ditelan bumi. Entah di mana dan bagaimana keadaannya sekarang, tapi aku berharap dia baik-baik saja. Dering ponsel membuatku tersadar dari lamunan tentang masa lalu. Kurogoh ponsel dan langsung menjawab panggilan tersebut. "Ya?" "Ada kabar baik, Pak." "Kabar baik apa?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN