~POV MALIK~ ??? Setibanya di kantor polisi, kami bergegas masuk. Melihat Kamal, Karin langsung berlari mendekat dan memeluknya sambil menangis. Kamal pun menangis dan selalu berkata 'takut.' "Papaa ...." Kamal menoleh dan beralih ke gendonganku. "Takut, Pah. Om dan Tante itu jahat cemua. Aku dicubit telus," adu Kamal sembari menangis tergugu di pelukanku. "Ssshh ... tenang, ya," ucapku seraya mengusap punggungnya. "Sekarang kamu sudah aman. Ada Mama dan Papa di sini. Tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu." Aku melirik Karin yang tengah menunduk menyeka air matanya. Setelah melewati beberapa prosedur, kami diizinkan untuk kembali ke rumah sakit. Namun, sebelum itu Karin bersikeras ingin bertemu Ranti dulu meski awalnya sempat tidak diperbolehkan. Kamal yang sempat digendong lagi

