~POV MALIK~ ??? Aku yang baru saja akan makan malam bersama Papa, langsung tersenyum ketika melihat nomor Karin memanggil. Pertama kalinya dia menghubungiku dengan nomornya sendiri. Biasanya, dia selalu menggunakan nomor Fandi. "Kenapa senyum-senyum sendiri?" "Ah? Tidak, Pah. Ini ... Karin telepon." "Ya sudah diangkat. Kenapa malah senyum-senyum begitu? Ingat, ya, Mal. Jaga hati. Kamu sebentar lagi akan menikah dengan Ayu. Jangan plin-plan!" "Iya, Pah. Aku hanya senang saja Karin meneleponku langsung." Aku tersenyum kikuk, lalu segera menggeser ikon hijau di layar ponsel. "Asalamu'alaikum," sapaku seraya melirik Papa yang terus mengawasi. "W-wa'alaikumsalam, Mas." Seketika keningku berkerut mendengar Karin menjawab terbata dengan isakan. "Kamu kenapa nangis? Ada masalah apa?" tany

