setelah mendengar semua penjelasan Ridwan kepadaku, aku berusaha mencerna satu persatu. aku mencoba memberikan kesempatan kepada Ridwan. tapi tidak untuk percaya seratus persen kembali. aku tetap harus hati - hati.
tetapi hati dan otakku selalu tidak bisa bekerja sama dengan baik. ketika logika ku berkata jangan gunakan perasaan. tapi hatiku selalu berhasil dibuat luluh dan jatuh cinta dengan segala sikapnya. cara dia memperlakukanku. memberikan segala yang terbaik dan memberikan waktu yang cukup walaupun kami terpisah jarak.
Yuni tetap beberapa kali berusaha menghubungiku. setelah aku tau semua tentang Yuni membuat aku tidak percaya dengan semua kebohongan yang dia ucapkan. aku juga sudah mengetahui kalau ternyata dia sudah beberapa kali menggugurkan kandungannya. miris memang untuk seorang perempuan yang rela memberikan tubuhnya hanya untuk sekedar mendapatkan laki - laki.
rencana ku dengan Ridwan untuk menikah aku tunda dahulu. keraguan di diriku sendiri masih ada. aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan diri. mencoba lagi untuk percaya setelah kekecewaan pertama yang dia berikan.
tahun pertama hubungan aku dan Ridwan berjalan baik - baik saja. tidak ada ada masalah dan tidak ada keributan diantara kami. aku dan Ridwan semakin sering bertemu. menghabiskan waktu berdua. kami juga sudah saling mengenal di keluarga masing - masing.
bisnis online shop ku semakin berjalan pesat. tanpa Ridwan ketahui, dan skripsi ku sudah sampai di titik akhir menjelang persidangan skripsi. aku tidak ingin Ridwan tau tentang bisnis ku. biarlah dia hanya mengetahui aku seorang mahasiswi yang belum mempunyai penghasilan.
***
"sayang, jadi kapan kita akan menikah?" tanya Ridwan
"hei aku belum sampai memikirkan kesana, sedangkan aku belum sidang akhir untuk gelar Sarjana ku" jelas ku untuk mengulur waktu
"aku akan menunggu sayang, jika nanti gelar Sarjana sudah kau capai, kau katakan kalau nanti sudah siap untuk aku lamar mendatangi orangtua mu" pinta Ridwan
sedangkan aku masih ada keraguan dihati. masih berusaha menyusun puing - puing kekecewaan yang Ridwan torehkan diawal hubungan kami. dan aku masih ingin melihat hal apalagi yang akan aku ketahui sebelum aku menjadi istrinya nanti.
selama ini keluarga Ridwan cukup baik denganku. begitu menyayangiku. dan juga kakak - kakak nya kepadaku. aku selalu berkomunikasi baik dengan keluarga Ridwan
aku harus akui, untuk percaya dan mencoba lagi percaya kembali itu adalah paling sulit. terlebih aku pernah kecewa sebelumnya, dan dengan Ridwan aku mengalami kekecewaan diawal hubungan kami.
entah bagaimana caranya aku untuk memaksa bisa percaya seratus persen kepada Ridwan. memang sikap dan sifatnya tidak ada yang berubah sampai waktu detik ini. semakin romantis dan semakin memberikan yang terbaik untukku dari hari ke hari.
aku hanya meminta pada hati sendiri agar bisa jatuh cinta lagi kepada Ridwan jika memang Ridwan adalah orang yang tepat untuk mendampingi hatiku sampai hari esok.
mencoba untuk percaya lagi sebenarnya sulit . apalagi aku pernah patah hati sebelumnya bersama Puja sampai gagal untuk menikah . sedangkan dengan Ridwan aku baru mengenalnya dalam hitungan bulan . tetapi kenapa ada masalah seberat ini yang membuat aku goyang untuk percaya kembali kepada Ridwan .
***
aku coba menghubungi Yuni terlebih dahulu . sekedar basa - basi tentang kehamilannya . aku masih berharap Yuni dapat jujur kepada ku mengenai anak dalam kandungannya . aku masih ingin mendengar pengakuan Yuni yang membuat aku bisa lebih tegas lagi kepada Ridwan .
aku mulai berselancar di sosial media milik Yuni , terlebih dahulu melihat foto - foto yang memang dia unggah di dalam sosial media miliknya . dia bisa dikatakan cantik , tapi apakah mungkin dia yang seperti orang katakan . ragu rasanya untuk mempercayai semua omongan orang lain . tiba - tiba aku menemukan akun lain yang bernama sama seperti Yuni . sepertinya ini akun yang sudah tidak dia gunakan lagi . aku coba melipir melihat - lihat mana tau aku menemukan informasi lain menemukan jawaban dari keraguan ku sendiri . aku melihat sebuah foto yang dikomentari oleh seorang laki - laki yang menanyakan tentang Yuni menggugurkan kandungannya .
" bagaimana dengan rencana mu menggugurkan kandungan mu ? apakah sudah kau laksanakan ? semoga berhasil " tulis laki - laki itu disana
aku mencerna baik - baik pesan laki - laki itu . aku coba membaca profil laki - laki itu . yaa aku mengenali laki - laki ini , ini yang pernah Ridwan jelaskan sebagai teman dari Ridwan dan ternyata mengkhianati Ridwan dibelakang dan tidur bersama teman Ridwan .
" wah ternyata Yuni tidak sebaik pikiran ku . apa aku yang terlalu menilai orang pada sisi baiknya saja ya ? " pikirku
tetapi aku tidak berani untuk menghubungi laki - laki itu . takut jika nanti akhirnya Ridwan salah paham dengan aku menghubungi laki - laki itu . padahal hubungan Ridwan dengan temannya sudah bisa dibilang renggang sejak Yuni tidur bersama temannya .
aku masih mencari informasi tentang Yuni kepada Silvi . aku terus meyakinkan Silvi jika aku membutuhkan informasi mengenai Yuni untuk meyakinkan hatiku sendiri . awalnya Silvi memang menutupi semuanya dari aku . seolah - olah aku tidak berhak tau apapun itu mengenai Yuni .
***
" cia .. apakah kau ada waktu untuk bertemu denganku " pesan Silvi kepadaku
aku mencerna baik - baik apa yang di kirimkan Silvi . rasanya bukan hanya kebetulan pastinya kalau Silvi mengajak ku untuk bertemu . apalagi pertemuan terakhir kami waktu itu aku menanyakan mengenai Yuni kepada Silvi. segera aku balas pesan dari Silvi , berharap Silvi sudah mau membantu ku mencari informasi tentang Yuni .
" tentu selalu ada sahabat ku . besok kita bertemu di cafe biasa pukul dua siang " balasku
" oke cia .. besok kita bertemu , sampai bertemu besok " balas Silvi kembali
***
jam satu siang aku sudah menuju tempat aku janjian bersama Silvi . hari ini aku ingin mendengar semua yang Silvi ucapkan . berharap aku bisa menemukan jawaban dihati ku yang masih ragu untuk mencoba kembali kepada Ridwan . aku pesan tempat duduk disudut . sambil memesan matcha latte kesukaanku .
" haii maaf telah membuatmu menunggu " Silvi datang sambil menepuk bahuku
" tidak apa .. disini nyaman .. kau apa kabar ? " pertanyaanku sekedar basa basi membuka obrolan dengan Silvi