“Kau benar-benar b******k Lana.” Casey mendengus marah dan setelahnya bantingan pintu mobilnya. Casey meninggalkan Anya di sana. Perasaannya bercampur aduk tak menentu. Casey ingin menangis bersama Anya dengan segala dukanya, tapi juga ingin memaki Anya karena sikap keras kepalanya. VW yang di kendarai Casey berhenti tak jauh dari gedung apartemen Lana saat ia mendapati mobil milik Lana terparkir di bahu jalan. Casey bergegas keluar dan kembali memasuki bangunan yang menjulang di hadapannya. “Kau tahu jika karena kebodohanmu, Anya sampai lepas dari genggamanku. Kau akan rasakan akibatnya Lana.” Suara milik Rudolf yang Casey dengar dari balik dinding yang tak jauh dari pintu apartemen milik Lana. “Tidak seperti itu, Rudolf. Aku … aku tidak tahu jika si b******k Casey muncul secara tib

