Nathan - 48

1690 Kata

Anya berharap semoga Rudolf tidak akan menemukannya. Napasnya masih terengah-engah dengan peluh yang keluar dari kulit wajahnya. Anya mencoba mengintip dari sela penutup fitting room. Suara jejak pelan dan bayangan sepatu pria yang tampak di bawah, membuat Anya menahan napas. “Oh Tuhan,” desis Anya dalam hati. Ponselnya bergetar dan nama Casey muncul di sana. Anya membiarkannya sampai ponselnya kembali diam. Anya menelan ludah, “Ya Tuhan, aku mohon, aku mohon,” desis Anya sekali lagi, membisikan doa dalam dirinya sendiri. Langkah kaki itu masih mondar-mandir di atas lantai, dan Anya mencoba menjatuhkan sebuah gaun di atas lantai. Anya bertingkah bagai seorang pelanggan yang sedang mencoba pakaian, menyamarkan kecurigaan Rudolf. “Apa kau bilang?!” Suara milik Rudolf yang Anya ingat. “K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN