“Dia mengikuti kita, Kate,” bisik Nolan saat mereka memasuki La Faye. Nolan mengatakannya dengan begitu pelan di telinga Kate. “Siapa?” tanya Kate berubah penasaran dan nyaris menoleh jika saja Nolan tidak mencegahnya. “Jangan menoleh, Kate sayang.” Nolan mendengus dengan suara mendesis. “Terus jalan. Kita pilih duduk berjajar, biarkan Nathan yang duduk di hadapan kita,” imbuh Nolan. Mereka memasuki La Faye kian ke dalam, dan memilih salah satu meja, Kate duduk di kursi menghadap ke arah piano, sesuai dengan yang dikatakan Nolan. Pandangan Kate mendapati piano yang ada di sudut ruang La Faye seakan memicu rasa rindunya pada Nathan. Bayangan Nathan kecil yang selalu marah dan menggerutu acap kali Kate mengajarinya bermain piano. “Aku tak sabar ingin bertemu anakku, Nolan.” “Tenanglah, k

