“Kau harus melihat apa yang aku temukan untukmu, Kate,” ucap Nolan dengan antusias. Ia mengarahkan tab-nya ke hadapan Kate yang duduk di kursi penumpang di sebelahnya. Awalnya Kate bingung, namun mata coklatnya berubah membulat usai sosok Valerie dan Paul muncul berbarengan dengan desahan penuh gairah. Kate termangu, mulutnya terbuka membentuk huruf O, ia tak mampu mengeluarkan kata apa pun. Nolan hanya tersenyum saat Kate mengangkat wajahnya untuk menatap. “Ini gila, Nolan,” dengus Kate sambil menyerahkan kembali tab milik Nolan. “Tapi itu lah kenyataannya, Kate,” sambar Nolan. Kate membuang tatapan matanya keluar jendela mobil di sampingnya. Menghela napas panjang dan dihembuskannya secara kasar. Pikiran Kate kembali teringat pada sosok Rodrix. “Apartemen yang sekarang di tempati V

