Langkah itu menelusuri lantai marmer yang putih bersih dan tampak berkilau. Menaiki deretan anak tangga sebelum memasuki sebuah ruang kamar tidur utama. Ruangan yang luas dengan ranjang yang berukuran besar, meja rias, dan tampak di salah satu sisi ruang walk in closet. Langkah itu tertuju ke arah balkon mansion. Semilir angin yang berhembus, menerpa wajah mereka. “Bagaimana kabarmu, Kate?” Mereka berdiri bersisian, hanya saling melirik antara dua sahabat Katherine Mary Olsen dan Nolan Ross. “Kabarku baik. Kau datang bukan hanya untuk menanyakan keadaanku kan, Nolan Ross?” tanya Kate, sebelum menyesap kopi dalam cangkir yang ada di tangannya. Nolan tersenyum miring. “Aku punya ini untukmu,” ujar Nolan sambil menyodorkan sebuah tablet ke hadapan Kate. Wajah Nathan dan Anya menghiasi p

