Edo mengusap-usap dahinya yang tanpa sengaja berbenturan dengan kepala Ricky. Terlihat benjolan merah di dahi Edo, ia merasa benturan dengan kepala sahabatnya itu cukup keras. "Edo, malam tadi aku bermimpi ...." "Mimpi apa ... mimpi basah?" Edo memotong apa yang hendak di ucapkan oleh Ricky. Hingga akhirnya Ricky mengurungkan niatnya untuk menceritakan mimpi kepada sahabatnya itu. "Hmm? Di tanya malah kau bengong seperti itu?!" Edo menatap kearah Ricky yang tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Namun kali ini ia merasa sahabatnya itu menyimpan cerita mimpinya seolah-olah itu hanyalah sebuah bunga tidur saja. "Ayoo kita siap-siap!" ajak Ricky mengalihkan suasana. "Iyaa iyaa," balas Edo. Di sekolah saat di dalam kelas pun Ricky masih kepikiran tentang hal mimpinya malam tadi yang

