bc

Demon Dimension

book_age16+
145
IKUTI
1K
BACA
adventure
drama
lighthearted
mystery
brilliant
genius
icy
swordsman/swordswoman
supernature earth
supernatural
like
intro-logo
Uraian

Kisah ini menceritakan tentang seorang pemuda yang memiliki takdir yang unik. Dimana dia memiliki kepribadian ganda yang terhubung dengan dimensi lain. Satu sederhana baik hati dan karakter lain keras dan dingin. Namun keduanya dalam satu raga 2 jiwa saling membantu dan menguntungkan menyelamatkan dunia dari kejaran iblis dari dimensi lain.

chap-preview
Pratinjau gratis
Kecelakaan
Bab 1 Suasana yang begitu dingin hembusan angin yang bertiup di waktu subuh menunjukan pukul 5. Satu keluarga keluar dari rumahnya dan bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Masih melajukan kendaraannya Alex terlihat sangat ketakutan yang tidak di pahami oleh istrinya yang duduk berada di samping bersama dengan putra yang ada di pangkuannya dalam keadaan terlelap. "Sayang ada apa? Kenapa kamu terlihat begitu cemas?" tanya Lucy mengerutkan dahinya yang melihat suaminya masih terdiam yang sesekali melihat kearah kaca spion. "Aku merasakan kehadirannya! Dia akan membawa kalian, kenapa ini bisa terjadi!" jawab Alex yang semakin membuat istrinya kebingungan sampai putra mereka terbangun karna goncangan mobil, perjalanan yang mereka tempuh adalah jalan raya sedikit rusak. Raungan terdengar dari arah belakang mobil, terlihat dari kaca spion luar sebelah kanan. Bayangan hitam di balik pepohonan yang rimbun mengejarnya terlihat begitu besar bayangan itu semakin mendekat. "Apa itu sayang?" tanya Lucy mempererat pelukannya kepada putranya. "Ayah, aku takut!" tambah rengek tangis putra mereka yang masih berusia 5 tahun duduk di pangkuan ibunya yang juga semakin erat pelukannya. Ayahnya yang terlihat serius bercampur rasa panik mengemudi dalam kecepatan tinggi. "Ayah tak akan biarkan kalian di bawa oleh makhluk itu!" seru Alex sembari mengusap kepala putranya yang bernama Ricky. Hingga pukulan keras mendarat dan menembus atap mobil. Terlihat cakar besar yang mengejutkan mereka dan membuat histeris Lucy bersama putranya ketakutan. Mobil yang di kemudi oleh Alex kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Namun masih bisa melajukan kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Tiba-tiba makhluk bertubuh besar mendarat tepat di hadapan mereka dan mobil pun tak sempat menghindari sosok yang bertubuh besar itu. Bagian depan mobil hancur dan kondisi satu keluarga yang berada di dalam mobil tak sadarkan diri. "Mau lari kemana kau, Alex! Dasar pengkhianat, berani-beraninya kau berhubungan dengan manusia!" Suara yang mengerikan keluar dari mulut makhluk besar itu. Alex dengan kekuatan yang ada, mengeluarkan aura pertahanannya saat itu juga. Cahaya biru yang mengelilingi mobil dan menjadi perisai meski dalam keadaan berdarah di wajah. Alex masih bisa bertahan dengan segenap kekuatannya. "Akan ku hancurkan kau bersama keluarga mu, Alex!!" makhluk besar itu mengeluarkan sinar bola hitam dari mulutnya. Namun terhenti karna seorang pengendara lewat dan melihat pancaran cahaya di tambah lagi melihat sosok mengerikan bertubuh besar dan bertanduk memilik sayap di punggungnya yang dimana tidak pernah di lihat oleh pemuda itu sama sekali. "Aaaaaaaarrrggg!!!" raungannya sosok itu begitu menggema sangat keras sampai-sampai pemuda itu menutup kedua telinganya. "Woi woi ... Baru aku pulang dari tugas yang merepotkan, kenapa malah bertemu makhluk buruk rupa disini! Sungguh sial hari ini!" seru batin Indra, dia adalah seorang kapten angkatan bersenjata dari kota besar yang di sebut Dunia Modern. Makhluk itu pun mengurungkan niatnya untuk menghancurkan Alex, tetapi dia berjalan menghampiri pemuda itu dengan sekali melangkah kaki yang menginjak jalan aspal retak membekas telapak kakinya disana. Indra yang mulai waspada dan bersiap turun dari motornya dan menggenggam pedal gas dan menekan tombol khusus. Sebuah pedang laser bersinar dari pedal gas sepeda motornya tadi. Tanpa sebuah kata pemuda maupun makhluk itu saling maju dan terjadi pertarungan antar manusia dengan makhluk besar yang bisa di sebut Kill. Tebasan yang beruntun tak sedikit pun mengenai tubuh besar itu. Kelincahan dan gerakan gesit membuat Indra sedikit kewalahan karna serangannya tidak efektif. "Cih, dengan tubuh sebesar dan tinggi dia bisa menghindari setiap serangan ku, mustahil!" kekesalan Indra yang membuatnya mulai berkeringat namun tak membuahkan hasil dari setiap serangannya. Setelan kostum yang di pakai Indra adalah bahan berlapis baja yang lentur sehingga gerakan seperti apapun tak akan mempengaruhi daya dan kecepatan si pengguna bahkan sebaliknya memberikan kekuatan dan kecepatan yang efesien. Namun di hadapan makhluk Kill semua itu sia-sia meski berulang kali tetap tak ada pengaruhnya. Indra yang semakin kesal merubah gaya bertarung dan menyerang bersamaan dengan senjata laser yang di genggamnya sebelah tangan kiri dan pedang laser di sebelah tangan kanan. "Kau sebut itu serangan, manusia lemah! Akan ku tunjukan seperti apa serangan itu," ucap makhluk Kill, Indra tak memperdulikan dia masih menyerang dan menembak meski tetap tak mengenainya sekalipun. Namun ketika tebasan hendak mengenai Kill, dia menghilang dan membuat Indra terkejut. "Dia menghilang??" batin Indra sembari melihat di sekitar tanpa dia sadari makhluk itu tepat berada di belakangnya. Indra yang terlambat menyadarinya, kini terpental jauh dan terhempas kearah pepohonan. Cakaran Kill mampu merusak kostum Indra yang di kenakannya yang seharusnya senjata laser atau pun kena tebasan pedang pun tak mampu untuk merusak kostum yang di kenakan Indra hanya saja memberikan efek sakit. Namun berbeda ketika makhluk Kill menyerang hanya dengan sekali serang dapat memberikan bekas cakar dan mengenai langsung tubuh Indra. Makhluk Kill kini melangkah menghampiri Indra yang terkapar masih belum berdiri karna efek yang sangat hebat dia rasakan. Wujud iblis yang sesungguhnya membuat Indra tak berkutik hanya sekali serang. Tepat berdiri di hadapan Indra dan ingin mengakhiri pertarungan, namun cahaya surya menyinari makhluk Kill itu dan membuat kepanasan tubuhnya pun berasap. "Pertarungan kita masih akan berlanjut! Ini adalah awal kehancuran kalian, ingat itu baik-baik!" seru iblis membentangkan sayapnya dan terbang menuju sebuah dimensi terbuka di atas sana. "Aaaahh, di luar dugaan ku. Makhluk itu benar-benar buruk rupa," Indra mencoba beranjak dari tempat terkaparnya tadi. Berjalan dengan darah terus menetes keluar dari punggungnya. Melihat kearah mobil yang sempat ingin di serang makhluk Kill, Indra pun bergegas menghampiri mobil yang sudah mulai terlihat berasap meski rasa sakit di punggungnya begitu hebat. Sesampainya disana cahaya biru yang mengelilingi mobil kini perlahan memudar. "Bertahan lah, aku akan mengeluarkan kalian," Indra terkejut melihat mata seorang pria itu berwarna biru menyala namun dia tak menghiraukannya dan tetap mengeluarkan seorang anak terlebih dahulu dan sebuah buku diary yang di berikan kepada anaknya itu. "Tolong bawa anak ku bersama mu, jangan biarkan makhluk itu," suara Alex yang serak tak berdaya mencoba untuk bertahan bahkan suaranya tersedak mengeluarkan darah di mulutnya. Mobilnya semakin berasap, Indra yang sudah mendekap anak itu di pelukannya. Tiba-tiba mata Alex bersinar tajam menatap ke arah Indra dan mendorongnya dengan segenap kekuatan supra natural hingga Indra terlempar jauh. Raut wajah Alex tersenyum melihat putranya selamat dan dia pun menghembuskan nafas terakhir, di detik-detik terakhir masih terlihat senyumannya, bersamaan saat itu juga mobil pun meledak. Sekitar beberapa meter Indra terlempar cukup jauh dari ledakan sebuah mobil. Terhempas ke tanah bebatuan membuat Indra mengaduh dan menjerit kesakitan karna luka bekas cakaran tadi masih dirasakannya. Dia mencoba bangkit dan menggendong anak kecil, meratapi mobil yang sudah terbakar. "Kini kau menjadi tanggung jawab ku, boy!" Indra menatap anak kecil itu yang masih terlihat berdarah di kepalanya. Di pergelangan tangan Indra sebelah kiri terlihat gelang canggih dengan teknologi smart. Melakukan panggilan meminta bantuan kepada tim medis dan juga tim emergency yang siap siaga kapanpun di butuhkan. Kurang lebih 30 menit Indra menunggu di motornya, beriringan mobil pemadam dan ambulan dengan segera para tim medis menghampiri Indra langsung memberikan pertolongan pertama begitu juga dengan anak kecil tadi, yang masih belum sadar di bawa menggunakan tandu langsung di pasang selang oksigen kepadanya menuju mobil ambulan. Para emergency di sibukkan dengan pemadaman kobaran api yang masih menyala di mobil itu. Hanya memerlukan waktu 10 menit api itu sudah dapat di atasi dan segera mengevakuasi korban yang ada di dalam mobil itu. "Kapten, apa yang terjadi? Anda tidak apa-apa?" tanya seorang bawahannya bernama Edwin, dia mengejutkan Indra dalam lamunannya. "Kabarkan kepada atasan, bahwa kita akan menghadapi musuh yang sangat mengerikan. Mulai hari ini pasukan tempur harus bersiaga dan berlatih selama 24 jam nonstop!" tegas Indra dengan suara serak masih menahan sakit di punggungnya. "Maksudnya apa kapten, sampai-sampai anda begitu kesal seperti ini?" tanya Edwin masih mencerna apa yang tengah terjadi dengan kaptennya yang mengepalkan tangan dan juga begitu banyak pepohonan tumbang, mobil terbakar, ada anak kecil dan 2 korban di temukan dalam mobil terbakar tadi di tambah lagi jejak kaki yang besar. Seakan terjadi sebuah pertarungan yang tidak bisa di jelaskan dengan logika manusia. "Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang," jawab Indra datar, dia merebahkan tubuhnya kesamping. Edwin yang melihat 4 mata luka memanjang di punggung Indra, dia terkejut dan hendak bertanya lagi tapi sudah terlambat. Indra sudah dibawa menuju mobil ambulan dan dia berpesan kepada Edwin untuk membawakan motornya ke markas pusat. Keesokan harinya sebuah kabar berita menyiarkan kejadian dimana sebuah mobil terbakar dan juga kejadian janggal lainnya. Begitu juga korban kecelakaan sepasang suami istri yang berada di dalam mobil itu. Kini menjadi buah bibir sebagian orang-orang saat itu. Indra yang berada didalam sebuah kamar rumah sakit, dia duduk di kasur sembari menonton televisi yang menyiarkan berita hangat saat kejadian kemarin. Tangannya mengepal sangat kuat dan merutuki dirinya mengingat kegagalan yang tak berhasil menyelamatkan kedua orang tua anak kecil itu. "Dasar payah, payah payah!! Bertahun-tahun aku berlatih dan menjadi seorang kapten. Tapi kenapa hanya menyelamatkan 2 orang saja aku tidak mampu," Indra masih merutuki dirinya dengan kesal. Terdengar suara ketukan pintu dari luar. "Masuk lah," jawab Indra melihat kearah pintu. Seorang atasan berpakaian lengkap dan juga beberapa anak buahnya masuk kedalam ruangan Indra dimana dia di rawat. "Jelaskan apa yang terjadi kemarin?" tanpa basa basi lagi atasannya yang bernama Ryuga langsung bertanya ke poin utama.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.1K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook