Dania menatap nanar tubuh ibu kandungnya yang tengah terbaring tak berdaya di atas lantai yang dingin. Dia melemparkan obat bius itu ke sembarang arang. Tubuhnya meluruh. Dania terisak pelan sembari menutup wajahnya sendiri. Dia sedih, tapi dia tidak menyesal telah memihak Rora dan mengkhianati Mamanya sendiri. Dania merangkak dan mendekati tubuh Dara yang tengah tak sadarkan diri itu, lalu memeluknya dengan segenap tenaga yang yang dia punya. "Maafin Saya, Mah. Saya belum bisa jadi anak berbakti buat Mama dan maaf nggak bisa nuruti semua keinginan Mama buat hancurin hidup Rora dan keluarganya. Clarisa sayang Mama dan Clarisa nggak pernah nyesel udah lakuin semua ini," isak tangis menyakitkan itu terdengar dari bibir bergetar Dania. Dia menenggelamkan wajahnya di pundak Dara. Me

