Emily mengerang, merasakan rasa pening yang mendera kepalanya. Dia mengerjap pelan, menyesuaikan intensitas cahaya yang merasuk ke indra penglihatannya. Setelah kesadarannya berangsur kembali. Dia bangkit dan menyandarkan punggungnya, lalu pandangannya beredar. Menilik ruangan yang terasa asing di ingatannya. Belum sempat dia mencerna semuanya. Desakan yang ingin keluar dari perutnya, membuat ia segera bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Emily memuntahkan cairan dalam perutnya. Dia terkulai lemas dan menumpukan tangannya ke wastafel. Lalu tatapannya jatuh pada pantulan dirinya. Wajah kuyu dengan bibir yang pucat terpampang di cermin itu. "Bagaimana aku bisa terdampar di sini?" gumam Emily pelan. Masih dengan sengatan di kepala, tangannya spontan memijit pelipisnya yang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


