Mataku tidak bisa berpaling dari panggung sederhana yang menampilkan wajah bahagia anak-anak yang tengah berjuang melawan getirnya hidup bersama kanker yang menggerogoti tubuhnya. Mereka bernyanyi bersama dan saling bercengkrama. Berbagi canda tawa di atas panggung, melupakan sejenak penyakit yang selama ini menyurutkan senyum polos mereka. Tawa lepas mereka membuat euforia berkumpul dalam hatiku. Mataku berkaca-kaca melihat mereka berlarian, bercanda, menciptakan kecerian dan kebahagian di area yang agak jauh dari rumah sakit. "Thanks udah bantu gue ngurus semuanya terutama perihal izin dari rumah sakit ini." Aku menoleh saat mendapati seorang yang sangat aku kenal tanpa permisi langsung duduk di hadapanku. Aku tersenyum simpul padanya. "Gue yang harusnya ngucapin kayak gini ke lo," uca

