u*****n penuh kekesalan meluncur begitu saja dari mulut Emily setelah mendapatkan panggilan telepon beberapa menit yang lalu. Emily mengepalkan tangannya menahan geram. Bibir tipisnya tak pernah berhenti menggumamkan u*****n-u*****n untuk seseorang yang menjadi dalang atas kemarahannya. Bagaimana wanita itu bisa bertindak bodoh dan seceroboh ini? Namun tak dapat dipungkiri, sinar kekhawatiran terpancar begitu jelas di kedua iris biru terangnya. "She's be in a deep s**t," ucap Emily nyaris seperti sebuah bisikan. Melupakan keberadaan Jonathan yang juga berada di tempat yang sama dengan dirinya. Dia membuka tas lalu mengeluarkan sebuah benda pipih miliknya. Tangannya dengan lincah bergerak untuk mencari sebuah kontak yang bernama 'Lucas Alveno'. Karena hanya pria itulah yang bisa menyela

