95. Mimpi itu lagi.

1115 Kata

"Elyn!!" Suara itu terdengar menggema di telinga Elyn. Memanggil namanya dengan sepenuh hati, namun suara itu hanya terdengar samar bagi Elyn.  Sedangkan kala itu Elyn hanya merasa sangat sesak, tubuhnya terasa berat dan dingin. Elyn sama sekali tidak bisa bergerak dengan kedua matanya yang tidak sanggup ia buka.  Elyn sedikit kebingungan dengan apa yang mungkin terjadi padanya. Meski hatinya ingin sekali menyambut teriakan tersebut, Elyn sama sekali tidak berdaya.  “Elyn!!” “Iya, aku di sini!” “Aku mendengar panggilan itu. Aku di sini!” Teriakan itu terdengar sekali lagi oleh Elyn. Tetapi, Elyn sama sekali tidak bisa menjawabnya. Elyn bahkan tidak yakin jika saat ini ia sudah berhasil menggerakkan bibirnya.  Pada akhirnya tak peduli seberapa pun Elyn menjawab panggilan itu. Ia jus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN