Dua Puluh Enam: Hati Bahagia

1710 Kata

Bukan Valdo namanya kalau langsung menyerah, apalagi tentang kebahagiaan. Cukup beberapa tahun ini dia menjadi bodoh, tidak untuk sekarang, setelah bertemu dan yakin akan kebahagiaannya, dia akan perjuangkan itu. Setelah penolakan yang Qiana lakukan, Valdo tidak langsung pulang ke Jakarta, dia memilih untuk memesan kamar hotel untuk sementara dan lanjut mencari apartemen untuk dia beli. Bandung akan menjadi rumah keduanya. Dimana kebahagiaan dia berada dan dia yakin, untuk meraih kebahagiaannya, akan membutuhkan waktu cukup lama. Tapi semoga saja tidak. Setelah memesan hotel dan menyimpan beberapa setel pakaian yang dia beli, Valdo memilih untuk pergi ke rumah Qiana lagi, dia ingin bertemu Qiana dan tentu saja jagoannya. Sambil bersenandung, Valdo mengarahkan mobilnya menuju rumah Qiana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN