Dua Puluh Tujuh: Berhenti

1930 Kata

Setelah mendapat telepon dari sekolah tentang Dio yang belum di jemput, Qiana langsung pergi kesana. Jika tahu akan seperti ini, dia akan meminta Dio di antarkan ke toko dengan mobil antar jemput seperti biasanya. Mau menghubungi Valdo juga Qiana tidak bisa, dia tidak memiliki nomornya. Sampai di sekolah, Dio langsung memeluknya, bibirnya cemberut karena hampir satu jam menunggu. "Papa kemana?" Tanya Dio. "Papa ada kerjaan sayang" bohong Qiana, dia tidak tahu apa yang sedang Valdo lakukan. "Kita pulang ya?" Dio mengangguk, Qiana menggendongnya lalu pamit kepada guru yang menjaga Dio. Qiana pulang dengan Dio menaiki ojek, terlalu lama kalau harus memesan transportasi online. Karena melihat Dio yang sudah lelah, Qiana langsung menuju rumah, tidak membawa Dio ke toko, hari ini pesanan tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN