Dua Puluh Delapan: Kembali Ditolak

1353 Kata

Setelah ucapan pedas Qiana, Valdo benar-benar merasa dilema dan merasa hina, dia membenci dirinya sendiri. Hatinya 'drop' dan kini hanya bisa mencaci dirinya sendiri. Ucapan Qiana yang menyatakan dirinya tidak membutuhkan suami benar-benar terus terngiang didalam kepalanya. Luka yang dia goreskan, benar-benar membekas di hati Qiana. Membuat sebuah trauma dalam hidup Qiana. Dia Benar-benar manusia tidak berguna karena membuat seseorang trauma dan sulit untuk melangkah lagi. "Gue bener-bener udah ngerusak Qiana" lirih Valdo sambil menatap langit-langit kamar apartemennya yang di Bandung. "Gue emang manusia paling hina. Begoo, tololl!" Maki Valdo lagi. "Gue lukai orang yang ternyata gue cintai. Brengsekk, tololl!!" Valdo memukul keras kasurnya. Bangun dari posisi berbaring, Valdo membuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN