Qiana mengetuk jarinya diatas meja, otaknya tengah mengingat kapan terakhir kali dia datang bulan. Dia tidak sadar, hingga tadi pagi saat sedang merapihkan laci di kamar mandi, Qiana melihat pembalutnya yang masih cukup banyak. Menghela napas kasar, tidak ingin semakin pusing dan mengira-ngira, Qiana akan pergi ke dokter sekarang juga. Berganti pakaian, Qiana kemudian meraih tas nya dan pergi keluar apartemen. Menghentikan taksi di depan gedung, Qiana meminta sopir mengantarnya ke rumah sakit terdekat. Banyak hal muncul di kepala Qiana jika dia benar-benar hamil, salah satunya tentang hubungan dia dengan Valdo. Pernikahan kontrak ini akan langsung selesai. Mereka akan menjadi pasangan suami dan istri untuk selamanya. Pasangan sungguhan. Hanya terikat kontrak kepada Tuhan. Dan kalau di

