Dua Puluh: Luka

1833 Kata

Sudah satu minggu sejak Qiana melihat apa yang terjadi di ruangan Valdo. Hari pertama memang sulit untuk bersikap biasa, rasanya ingin menangis saat bayangan itu kembali muncul. Hari kedua sudah mulai tenang dan bersikap biasa. Hingga kini, Qiana memilih tidak akan membahasnya dan berpura-pura tidak tahu. Termasuk saat dua hari yang lalu dimana Valdo izin tidak pulang dengan alasan ada pekerjaan bersama Ega. Qiana tetap berusaha santai, meminta Valdo tetap menjaga makan dan istirahat dengan baik, meskipun dalam hati, dia tengah menangis, merasakan hatinya yang remuk. Tapi diamnya Qiana, pura-pura Qiana, bukan berarti dia tidak berpikir. Tentu Qiana memikirkan langkah selanjutnya yang akan dia ambil. Terhitung, empat bulan lagi pernikahan kontrak mereka berlaku. Qiana optimis jika Valdo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN