Setelah Qiana pergi ke kamar meninggalkan Valdo seorang diri, laki-laki itu masih terdiam. Bohong kalau dia bilang jika dia tidak terkejut. Sangat. Dia sangat terkejut. Bahkan dia tidak pernah mengingat berapa lama lagi sisa kontrak pernikahannya dengan Qiana. Cinta? Valdo tidak tahu, apakah dia mencintai Qiana, tapi yang Valdo tahu, saat Bunga kembali, tidak ada perasaan ingin meninggalkan Qiana. Selain itu, permintaan Qiana, mungkin jawaban dari Tuhan agar dia tidak lebih lama lagi menyakiti Qiana dengan hubungan terlarangnya. Seperti yang dilakukan sebelumnya, Valdo hanya akan menerima dan menjalaninya seperti air mengalir. Qiana meminta pergi, maka Valdo akan tururti. Seaneh itulah dia sekarang dalam menentukan perasaan. Entahlah, Valdo sendiri bingung dengan apa yang diinginkan hati

