Empat tahun kemudian... Valdo menghela napas, restoran cabang Surabaya kembali mengalami kerugian. Sedangkan cabang lain juga mengalami penurunan setiap bulan dalam tiga tahun terakhir, adapun kenaikan, itu juga tidak terlalu besar. Valdo menoleh saat pintu ruangannya di buka dan sosok Ega masuk. "Akhirnya, setelah ngilang dua tahu, lo ingat balik juga ke Indonesia" sebenarnya, Ega tidak hilang, hanya beberapa tahun ini dia lebih banyak tinggal di Jepang, mengurus perusahaan kakaknya. Ega hanya mengangkat bahu, lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Valdo kemudian meletakkan sebuah undangan ke atas meja. Valdo bangun dari kursinya, melangkah menuju sofa, keningnya mengerut melihan undangan yang dibawa Ega. "Gilaa lo! Lo diem-diem mau nikah! Edannn!" Valdo menonjok lengan Ega. "Ngaca

