Sepuluh: Mulai Dekat

1718 Kata

"iya, ramah, terus sopan banget meskipun istri bos. Gak kaya pacarnya dulu. Arogan." "iya. Kalau gue laki-laki, gue juga bakal milih Mba Qian buat dijadiin istri. Cantik iya, sopan iya, ramah iya. Paket lengkap" "betul. Pak Bos bener-bener bisa dikatakan cowok pinter. Lempar batu kali buat dapet berlian" Valdo tersenyum saat mendengar obrolan para pegawainya. Ada rasa senang saat mereka membicarakan hal baik tentang Qiana.  Melewati para pegawai yang tengah mengobrol, Valdo langsung mencari keberadaan Qiana. Dia sudah selesai dengan urusan di restoran ini dan harus lanjut ke restoran yang lain. "enak?" tanya Valdo setelah duduk di sebelah Qiana yang tengah memakan puding. Qiana menoleh, lalu mengangguk dengan bibir tersenyum "enak" "habiskan. Terus kita lanjut ke tempat lain" suruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN