Sebelas: Menerima

2004 Kata

"apa ini?" Qiana menerima bungkusan yang diberikan Valdo. "buka aja" suruh Valdo sambil keduanya melangkah menuju ruang makan. "es krim!" Qiana berseru dengan senang. Tidak terasa, sudah hampir satu tahun dia menghabiskan waktunya bersama Valdo. Tidak pernah ada pertengkaran besar yang terjadi, Valdo benar-benar sosok yang sangat baik, dewasa dan lemah lembut. Jika ke rumah orang tua Valdo, mereka tidak perlu repot-repot untuk acting menjadi pasangan romantis karena mereka sendiri memang memiliki hubungan yang akrab. Mereka sering menggoda, meledek bahkan Valdo juga mengajarkan Qiana beberapa ilmu berbisnis. Sharing satu sama lain, mereka cocok dalam hal pikiran. "bukan, itu gelato" koreksi Valdo sambil menepuk pelan kepala Qiana. "ada bedanya gak antara gelato sama es krim?" tanya Qia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN