Karena merasa risih, Ania mengawasi sekitarnya dengan seksama. Lalu mengeluarkan beberapa benda kecil dari kantongnya. Dengan terang-terangan dia menat lensa itu dan tersenyum kepada siapun yang melihatnya. Senyuman menantang dari seorang Hidden. Seorang perempuan yang di takuti siapapun, gadis yang di latih sedemikian rupa. Mempunyai kelebihan melebihi manusia biasa, seorang yang bisa menjadi mesin pembunuh yang sangat hebat. Orang-orang yang mengetahui siapa dia akan tunduk tanpa perlawanan, kecuali yang ingin mati sia-sia. Sementara beberapa orang yang mengawasi kamera itu bergidik ngeri, mereka merasakan kengerian saat menatap mata itu. Efeknya sangat kuat walaupun hanya di tatap melalui kamera jarak jauh. “Apa yang kau lakukan dengan semak-semak itu.” Ucap Daniel ketika melihat An

